8 Jenis Tes Kesuburan Wanita yang Disarankan Dokter

8 Jenis Tes Kesuburan Wanita yang Disarankan Dokter
14 Juni 2017 admin

Jenis Tes Kesuburan Wanita – Hampir semua pasangan yang baru menikah ingin segera memiliki buah hati. Tak bisa dipungkiri bahwa kehadiran buah hati dalam sebuah rumah tangga akan menambah kebahagiaan. Hadirnya buah hati juga membuat pasutri menjadi dapat memaknai kehidupan secara lebih luas. Semua aktivitas yang akan dilakukan tidak lain dan tidak bukan hanya untuk masa depan anak.

Akan tetapi tidak semua pasutri seberuntung itu. Mereka telah menikah bertahun-tahun namun belum dikaruniai buah hati. Segala usaha telah mereka lakukan agar segera memiliki buah hati. Mulai dari program hamil, mengonsumsi obat penyubur pria maupun obat penyubur wanita, sampai program bayi tabung. Hingga tak jarang mereka mengalami stres karena tidak kunjung memiliki anak. Apalagi jika ditambah dengan adanya tekanan dari mertua atau orang terdekat, tentunya akan semakin menambah tingkat stres yang mereka alami.

Sebelum mencoba cara agar bisa hamil, sebaiknya pasutri berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan terlebih dahulu. Biasanya dokter kandungan atau bidan akan menjelaskan penyebab sulit hamil dan akan memberikan penanganan yang tepat. Salah satu tahap awal penanganan agar segera hamil adalah dengan melakukan tes kesuburan wanita. Ada berbagai jenis tes kesuburan yang biasa dilakukan oleh wanita. Lantas, apa saja bentuk tes kesuburan wanita tersebut? Nah, berikut ini beberapa bentuk tes kesuburan wanita yang biasa dilakukan, antara lain:

1. Tes Ovulasi

Tes kesuburan wanita yang pertama adalah tes ovulasi. Dalam tes ovulasi ini, dokter akan menguji kadar LH, hormon stimulasi tiroid, hormon stimulasi, folikel, hormon Anti-Mullerian, estrogen, androgen, progesteron, dan prolaktin.  Diperlukan pemeriksaan darah dalam tes ovulasi ini. Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengukur tingkat hormon dalam tubuh. Pengukuran tingkat hormon tersebut bertujuan untuk menentukan apakah wanita berovulasi dan dapat menghasilkan sel telur secara teratur atau tidak.

2. Pemeriksaan Cadangan Sel Telur Pada Ovarium

pemeriksaan sel telur sebagai bentuk tes kesuburan wanitaTes kesuburan wanita selanjutnya adalah pemeriksaan cadangan sel telur. Tes ini akan membantu mengetahui kualitas dan kuantitas sel telur yang tersedia untuk ovulasi. Pemeriksaan ini biasanya diawali dengan tes hormon pada awal siklus menstruasi.

3. Tes Pencitraan

Bentuk tes kesuburan wanita berikutnya adalah tes pencitraan. Tes pencitraan (ultrasound) ini bertujuan untuk mencari kemungkinan apakah rahim atau tabung saluran indung telur mengalami gangguan atau tidak. Namun jika tidak ditemukan gangguan, tes hysterosalpingography bisa menjadi pilihan sebagai pemeriksaan lanjutan secara lebih detil.

4. Hysterosalpingography

Tes hysterosalpingography (HSG) akan mengevaluasi kondisi rahim dan tabung saluran indung telur. Untuk melakukan tes HSG ini, wanita akan disuntikkan cairan kontra X-ray ke dalam rahimnya. Kemudian dilakukan pemotretan X-ray untuk menentukan apakah rongga tersebut normal atau tidak. Pemotretan X-ray tersebut juga sekaligus untuk memastikan bahwa cairan mengalir dengan baik dari tabung saluran indung telur.

5. Laparoskopi

Laparoskopi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan dengan anestesi umum dan pemeriksaan organ panggul. Tujuannya adalah untuk memeriksa adanya potensi jaringan parut atau endometriosis, serta mengobati kelainan pada panggul.

6. USG Transvaginal

usg transvaginal sebagai tes kesuburan wanitaBentuk tes kesuburan wanita berikutnya adalah melalui USG Transvaginal. Pada jenis USG ini, dokter akan menempatkan alat probe ultrasound pada vagina. Fungsi penempatan alat tersebut adalah untuk menentukan apakah ada folikel yang berkembang. Tak hanya itu, alat tersebut juga akan menghitung banyaknya folikel dalam ovarium. Pemeriksaan ini sangat efektif untuk mengidentifikasi masalah pada panggul dan ovarium.

7. Histeroskopi

Tes histeroskopi ini dilakukan oleh dokter jika tes HSG yang dilakukan sebelumnya menunjukkan beberapa masalah. Dalam melakukan tes ini, sebuah histeroskop kecil (tabung tipis dengan kamera di ujungnya) akan ditempatkan di dalam uterus melalui serviks. Tujuannya adalah untuk melihat apakah wanita memiliki ketidaknormalan yang berhubungan dengan kesuburannya.

8. Tes Hormon Lainnya

Kemungkinan wanita akan diminta untuk melakukan tes hormon lainnya. Hormon tersebut misalnya adalah hormon tiroid dan pituitari (hipofisis) yang turut mengendalikan proses reproduksi.

Nah, itulah beberapa bentuk tes kesuburan wanita yang biasa disarankan oleh dokter. Dengan melakukan tes kesuburan pada tahap awal, wanita akan mendapatkan pengetahuan dan penanganan yang tepat agar segera hamil. Jadi, tidak perlu mencoba cara-cara yang membuang-buang waktu dan biaya besar demi memiliki buah hati.

Alat Tes Kesuburan Wanita - OVUTESTSebagai wanita, tertarikkah Anda untuk melakukan tes-tes di atas? Jika tidak, tetap ada solusi untuk mengetahui apakah Anda subur atau tidak. Solusinya yaitu dengan melakukan tes kesuburan secara mandiri. Saat ini telah tersedia produk tes kesuburan wanita yang tak kalah efektif untuk mengetahui kesuburan wanita. Produk tes kesuburan wanita tersebut tentunya lebih terjangkau harganya. Namun, konsultasi dengan dokter atau ahli medis harus tetap dilakukan agar tidak membawa dampak buruk ke depannya.

Semoga bermanfaat.


[Baca juga:]

Yuk, Intip Bagaimana Cara Agar Cepat Hamil Ini!

10 Manfaat Air Mani Pria yang Wanita Harus Tahu

Cara Cepat Mempunyai Anak, Ini 2 Rahasianya!

0 Comments

Leave a reply